curhat

COME ON

Wanna give up sometime, yah itu wajar saja menurutku, tapi hatiku berontak dan berkata : come on!!!!^o^9

Hari ini terasa begitu berat dilalui..
Bukan karena cuaca mendung yang menutupi langit
Bukan pula tetes air hujan yang membasahi tanah kering
Terduduk di lantai..
Merenungi setiap detik yang terlewat hari ini, adakah yang salah dalamnya
Kucoba menarik rangkaian benang yang diuntai hari ini
Terasa sangat ruwet sepertinya, ku seperti seekor anak kucing yang terjebak  dalam gulungan benang kusut
Kupejamkan mata..kuhirup udara yang kian dingin
Tak sengaja mataku menangkap untaian kata-kata itu


“Kadang Kehidupan Berjalan di Luar Keinginan Kita,   Percayalah, Yang Terjadi Adalah Yang Terbaik”


Sontak pukulan keras memaksa jantung berdegup kencang
Mengalirkan darah dengan cepat ke sekujur tubuh yang kian lemah
Membangunkan kesunyian di alam pikiran yang mulai diam di tengah kegundahan
Betapa bodohnya bila harus kalah pada keadaan….
Mungkin hari ini aku keliru mencampur warna
Namun kekeliruan itu harus kuterima, karena pada akhirnya aku menemukan warna baru
Bukankah hidup ini penuh warna, aku hidup bukan untuk mencari warna yang kusukai, namun aku hidup untuk membuat hidupku lebih berwarna, meski dengan kesedihan sekalipun….
Jangan pernah membuat kekuranganmu menjadi senjata untuk dimaklumi
Melainkan untuk sebuah motivasi untuk menjadi lebih baik….
He..he..he

“Tidur di waktu badai”
sebuah kutipan yang aku ambil dari sebuah buku yang sedang aku baca, aku berusaha mencari makna di balik kalimat singkat itu, ternyata..dikisahkan di sana, bahwa ada seorang pemuda yang sedang mencari pekerjaan, pemuda ini cukup unik, dalam proses lamaran kerjanya dia membawa sebuah amplop, yang berisi “Tidur di waktu badai”..
Akhirnya dia berhasil diterima di sebuah peternakan besar, yang memang saat itu sedang membutuhkan seorang pekerja keras..Saat itu musim dingin, hujan dan angin badai melanda, membuat sang majikan diliputi rasa khawatir yang sangat, namun tampaknya tak begitu dengan si pemuda.
Suatu malam, hujan begitu derasnya ditemani angin badai, membuat sedikit kegaduhan di luar sana, sang majikan tampak tak tenang, ketakutan akan kehilangan aset besar membuatnya tak bisa tidur.. Ia pun keluar mencari pembantunya, berharap si pembantu masih terjaga dan membantunya agar tak ada ternak-ternak yang lari dan cukup kebutuhan pangannya….
Lama sang majikan mencari pemuda itu, dia tak menemukan siapapun, namun ia begitu kaget, karena semua makanan ternak serta persediaannya sudah siap di kandang, semua kandang sudah dikunci dengan rapat, jerami sudah disebar guna menghangatkan ternak, semuanya tampak sempurna, badai serasa tak ada…dan ternyata, pemuda itu memang sedang tertidur lelap di kamarnya….
Rasanya, tak ada hubungannya cinta dengan cerita ini..tapi, akhirnya aku mengerti:

Jika kita mengurusi hal-hal yang memang penting dalam hidup, bersikap pantas terhadap orang-orang yang kita cintai (tak terbatas itu keluarga, kekasih, sahabat atau siapapun), maka itu akan lahir lewat kata-kata yang tulus, perbuatan yang penuh cinta, pelukan yang memang hangat, kehadiran yang memang begitu berharga…. Dan hidup kita tidak akan penuh dengan penyesalan, tak ada kata menyesal untuk setiap kata, peluk, cium yang tertunda….sehingga tak pernah ada terucap :
“Mestinya aku bisa, aku bisa mengucapkan betapa aku mencintainya/aku bisa memeluknya/aku bisa menemaninya/aku bisa memaafkannya…”
Dan, pada akhirnya, meski badai sekalipun, kita bisa tidur dengan tenang
Meski berat rasa kehilangan akan orang-orang yang dicintai, tapi tak kan ada penyesalan di sana..
Karena kita memang telah mengurusinya, tanpa melihat hari apakah itu….
Selamat berbagi kasih sayang, setiap hari, setiap saat….
Ungkapkanlah…. ^_^

Hello There!!. Welcome to the one and only blog! Live in Jakarta, I'm in early twenty-something years old. I like something simple and also cute thing(s). My review is based on my experience, knowledge and opinions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.