membaca

Era Konseptual

Hi! … Sebenarnya kalau menurut Saya ini baru berlaku di Negara Maju, tapi negara berkembang kan selalu terkena pengaruhnya. Fakta-fakta yang dijadikan kerangka berpikir Pak Pink dan Pak Naisbitt kira-kira seperti ini (coba berpikir sebagai orang Amerika) :
Dari sisi ekonomi :
  1. SDM ahli di bidang teknologi (IT, Manufaktur, Proses, Konstruksi, Elektronik,..) dan kesehatan (dokter) ada banyak sekali dan bisa didapat di Asia dengan kemampuan sama tapi gaji kurang dari setengah gaji orang Amerika. Di Amerika jumlah dokter India mencapai 20%.
  2. Biaya manufaktur dan operasi jauh lebih murah jika dilakukan di Asia. Pabrik-pabrik dipindahkan ke Asia, beberapa bahkan memindahkan HeadQuarternya.
  3. Lalu di mana peran orang Amerika (peran orang-orang di negara maju) ?
Dari sisi sosiologi :
  1. Orang-orang Amerika mengalami masa kelimpahan. Yaitu masa dimana segala-galanya tersedia dan bisa didapat dengan mudah sampai-sampai kehidupan mereka kehilangan makna (ibaratnya saking kayanya udh nggak tau lagi mau ngapain dan duitnya mau dipake apa). Bill Gates sudah capek-capek mengumpulkan uang sebanyak itu ujung-ujungnya disumbangkan juga.
  2. Produk-produk yang laku adalah yang mempunyai ‘jiwa’ dan keindahan, bukan yang harganya murah dan fungsinya bagus. Pembelanjaan barang-barang fashion dan seni dengan harga nggak kira-kira semakin banyak dan terus meningkat.
  3. Informasi sudah tidak ada harganya lagi saking mudahnya didapat, yang berharga adalah cara memilihnya, cara menyajikannya, cara mengulasnya, cara membungkusnya dalam konsep.
  4. Kelas-kelas Yoga dan Buddha semakin diminati.

Jadi Apa Itu Zaman Konseptual?

Zaman dimana orang mencari MAKNA (KONSEP), dimana MAKNA/KONSEP berharga mahal. Bukan fungsi atau harga yang dicari orang, tapi makna/konsepnya.
  1. Dokter yang laku adalah dokter yang ramah dan berpenampilan menarik. Rumah sakit yang laku adalah rumah sakit yang didesain dengan baik dan nyaman.
  2. Barang elektronik yang laku adalah yang mempunyai ‘jiwa’, desainnya sejiwa dengan pemakainya.
  3. Musisi, desainer, pelukis, arsitek, sastrawan diapresiasi paling tinggi.
  4. Orang-orang merasa puas/tenteram/content dengan menyumbangkan uang, menjadi aktivis lingkungan, atau menjadi sukarelawan.
  5. Insinyur-insinyur Amerika mengeksplorasi konsep/filosofi operasi baru, aplikasi teknologi baru, dan dituntut untuk memikirkan bumi yang lebih hijau.
  6. Kemampuan yang paling dihargai di era ini adalah : Kreativitas dan komunikasi.

Bagaimana dengan Kita?

Yang Saya tangkap pertama kali adalah : Makna Hidup. Kita selalu melihat bahwa mereka orang-orang Amerika hidup enak, banyak uang, mau apa saja ada, mau jadi apa saja bisa (“In America I can be anything I want”), segalanya teratur, dll, tapi ternyata ada yang kurang. Sering kita dengar (mungkin lihat dan rasakan sendiri) juga kalau uang itu nggak bisa membawa kebahagiaan. Jadi apa makna hidup Anda?

MENJADI GENERASI YANGG REALISTIS

Dunia pertanian telah kita tinggalkan. Dunia industrilisasi telah kita lewati. Dunia informasi pun telah kita lalui. Saat ini , peradaban manusia sampai pada zaman atau era ekonomi kreatif atau era konseptual.. pada eran konsepteual ini . manusia tidak lagi terpaku pada kecanggihan suatu teknologi yang melekat pada suatu produk  , akan tetapi lebih menekankan pada bagaimana produk tersebut dapat melayani manusia tidak lagi kagum pada mobil canggih yang didesain dengan “nyentrik” dan berteknologi canggih , tetapi ide atau konsep yang melahirkan mobil itu . Demikianlah kira-kira kehidupan manusia saat ini . Hidup di era konseptual .
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah merasa hidup di era konseptual ? merasa atau tidak sekarang kamu telah memasuki era konseptual , itulah kenyataanya .kamu harus realistis dan tidak bisa  menghindar . jadukanlah dirimu bagian dari generasi yang realistis , generasi yang hidup pada era konseptual , sebagai generasi yang realistis kamu harus bisa eksis pada era konseptual . bagaimana caranya ?
Menurut Daniel h.Pink dalam bukunya the whole of mind , untuk menjadi generasi yang realistis karena menyadari hidup pada era konseptual , kamu harus memiliki enam kecerdasan yaitu : kecerdasan desain, kecerdasan cerita , kecerdasan simfoni , kecerdasan
Menurut buku berjudul “A Whole New Mind” Why Right-Brainers Will Rule the Future. Buku setebal 260 halaman ini diterbitkan Tahun 2005.  Sebuah buku yang mencerahkan pikiran dan penting dibaca bagi siapa saja yang mau maju di masa depan… 😀
Daniel H.Pink penulis buku ini menyajikan sebuah cara berpikir dan gagasan, bagaimana manusia hidup di Era Konseptual (Conceptual Age). Era Konseptual merupakan kelanjutan dari Era Informasi (Information Age). Sebelumnya manusia telah melalui Era Industri (Industrial Age) dan Era Pertanian (Agricultural Age)
Era Konseptual  ini menurut Daniel Pink sebagai :

…an age animated by a different form of thinking and a new approach to life — one that prizes aptitudes that I call ‘high concept’ and ‘high touch.’ High concept involves the capacity to detect patterns and opportunities, to create artistic and emotional beauty, to craft a satisfying narrative….High touch involves the ability to empathize with others, to understand the subtleties of human interaction… — Dan Pink, A Whole New Mind


 
Di Era Konseptual setiap orang perlu mengasah 6 (enam) kemampuan (aptitude) yaitu: Design (not just function), Story (not just argument), Empathy (not just logic), Symphony (not just focus), Play (not just seriousness), Meaning (not just accumulation)Daniel, menjelaskan pada masing-masing bab buku ini alasan kenapa 6 hal tersebut di atas perlu diasah. Bahkan ia menambahkan apa yang ia sebut portfolio. Sebuah bagian buku yang memberikan referensi buku, link website, dan hal lain yang diperlukan untuk bisa melatih kemampuan-kemampuan tersebut. Buku ini sarat dengan ilmu dan juga dilengkapi catatan kaki dan index pada halaman akhir buku.

 

Hello There!!. Welcome to the one and only blog! Live in Jakarta, I'm in early twenty-something years old. I like something simple and also cute thing(s). My review is based on my experience, knowledge and opinions.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.